Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bangganya Warga DKI ke Anies Baswedan: Maju Kotanya, Bahagia Warganya, Sakit Hati...

        Bangganya Warga DKI ke Anies Baswedan: Maju Kotanya, Bahagia Warganya, Sakit Hati... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Meski Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta menilai kemacetan yang hilang dari Jakarta akibat masa pandemi atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warganet (netizen) tetap membanggakan Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu dianggap telah menunjukkan kerja nyatanya.

        "Siapa dulu dong pemimpin Jakarta. Makin terlihat kan kualitas Jakarta setelah dipimpin #AniesKeren," ujar @achmads21160315 seperti dikutip di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

        Baca Juga: DKI Pamer Atap Rumah Warna-Warni, Warganet: Anies Baswedan, Bangun!

        Warganet lainnya mengucapkan selamat atas pencapaian Pemprov DKI. "Maju kotanya, bahagia warganya, sakit hati hatters-nya. Selamat Pemprov," cuit @anang_hr.

        Menurut @Hasan49336769, Anies telah memperlihatkan bagaimana memimpin ibu kota dengan hasil yang memuaskan bagi warganya. "Pemimpin yang baik dan benar pasti kerjanya juga ada hasilnya buat kota dan warganya. Pak Anies is the best," katanya.

        Netizen lainnya heran atas pencapaian Jakarta kota bebas macet di dunia. "Pencapaian, atau efek pandemi?" ucap @jrifqy.

        Sambil memasang emoji tertawa, @Hunter_RIco menyindir Jakarta tak lagi macet dengan pemberlakuan PSBB ketat yang kini masih berlaku. "Macet berkurang. Penghasilan berkurang," katanya.

        Baca Juga: Bandingkan Karya Ahok dan Anies Baswedan, Netizen: Sama-sama Hasil Karya, Bedanya...

        Sebelumnya, PDIP DKI Jakarta mengatakan Pemprov DKI tak semestinya bangga dengan turunnya predikat Jakarta sebagai kota kemacetan.

        Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan penurunan dari posisi 4 ke posisi 31 itu terjadi di masa pandemi Covid 19 yang diketahui terjadinya pembatasan aktivitas masyarakat.

        "Jadi jangan banggalah. Situasinya belum normal, belum di saat selesai pandemi," ujarnya. 

        Selain masa pandemi, pekerja kantoran juga berkurang seiring penerapan WFH yang melarang sejumlah pegawai perkantoran masuk. Kemudian, polisi dan Satpol PP juga intensif merazia kerumunan sehingga dipastikan jalanan menjadi sedikit lengang di waktu normal.

        "Bisa dipastikan penilaiannya tidak bisa sama," ucapnya.

        Baca Juga: Sangkal Risma Incar Kursi DKI-1, PDIP Klaim Punya Segudang Kader Top: Gak Usah Baper!

        Maka itu, dia menyarankan beberapa hal yang diperhatikan untuk mempertahankan Jakarta kota bebas macet, salah satunya mempercepat integrasi moda antartransportasi yang kini belum tercapai. 

        Gembong juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar secepatnya menerapkan jalanan berbayar secara elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Dengan demikian, pembatasan jalan menjadi bisa dilakukan dan kendaraan akan semakin berkurang.

        "Satu sisi pajak akan bertambah," ucapnya.

        Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui unggahan di Twitter @DKIJakarta menyatakan, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia.

        "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta. Menurut Tom Tom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, kemacetan Jakarta jauh berkurang, berada di posisi ke-31 dari total 416 kota lain," tulis @DKIJakarta.

        Baca Juga: Lewat Buku, Bos BPJS Kesehatan Beberkan Dinamika Perjalanan Program JKN

        Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan SINDOnews.

        Editor: Puri Mei Setyaningrum

        Bagikan Artikel: