WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Azis Syamsuddin mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan tim politik kesehatan yang kuat untuk menghadapi ancaman virus Corona. Ia mengatakan agar dapat menyiapkan contigency plan berbagai kemungkinan akibat virus Corana, yang sudah berdampak besar didalam negeri.H 

"Dulu saat menghadapi flu burung, Siti Fadilah menghadapi secara politik bukan sekedar tehnis kesehatan. Operasi flu burung yang mematikan itu gagal akhirnya di Indonesia. Pindah ke Meksiko pake Flu babi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/2/2020), saat menanggapi pernyataan Siti Fadilah beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Golkar Semprot Fachrul Razi: Banyak Ngomong Kontroversial

Baca Juga: Corona Oh Corona, Berkat Kamu Industri Ponsel China Porak Poranda

Menurut dia, Siti Fadilah sangat dibutuhkan untuk kembali bisa membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan akibat virus Corona.

"Hanya politik kesehatan Siti Fadilah yang pernah menghadapi operasi flu burung yang mematikan ratusan rakyat Indonesia," tegasnya. 

Tudahan WHO Tidak Benar

Sebelumnya diberitakan, beberapa negara menuduh Indonesia tidak mampu mendeteksi virus Corona, karena sampai saat ini belum ada kasus pasien virus Corona di Indonesia. Tuduhan ini tidak benar karena tidak ada dasarnya. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Kesehatan 2004-2009, Siti Fadilah Supari di Jakarta, Selasa (11/2).

“Tuduhan itu tidak benar. Saya yakin Indonesia mampu mendeteksi virus Corona. Karena Indonesia memiliki banyak ahli yang mampu. Jadi kita gak perlu takut. Kalau dinyatakan belum ada yang karena memang belum ada temuan kasus virus Corona di  Indonesia,” ujarnya dari Pondok Bambu Jakarta.

Siti Fadilah mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan dan beberapa ahli virus saat ini pasti sedang bekerja keras memastikan tidak ada pasien virus Corona. Karena ini adalah persoalan keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

“Ada Prof. Sangkot Marzuki, ada Prof. David Mulyono dan Prof. Nidom dan ada banyak lagi ahli yang berpengalaman dibidang virologi dan microbiologi,” tegasnya.