WE Online, Jakarta -

Kelelawar memiliki virus COVID-19 di dalam tubuhnya tapi tidak mengalami sakit karena sistem imunitasnya yang mengalami mutasi yang menguntungkan mereka, kata peneliti mikrobiologi Suigiyono Saputra.

"Sama seperti manusia yang punya sistem imun, hanya kelelawar itu DNA sensornya melemah jadi ketika mendapatkan infeksi kelelawar tidak bereaksi secara berlebihan karena sensornya melemah," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Hal itu berbeda dengan manusia, yang ketika mendapatkan infeksi, sistem imunnya langsung bekerja dan memberikan reaksi sehingga menimbulkan gejala bahwa tubuh sedang tidak sehat.

Sedangkan dalam kelelawar, jika terjadi infeksi, tubuhnya tidak akan terlalu reaktif ketika ada virus baru yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, tubuh hewan itu memungkinkan terjadinya re-infeksi yang membuat mereka terjangkit virus yang sama.

Tapi, karena sensor yang melemah tersebut membuat mereka menjadi tidak sakit meski itu terjadi.

"Hal itu memungkinkan mereka untuk mengakumulasi begitu banyak patogen di dalam tubuhnya," kata Sugiyono.