WE Online, Jakarta -

Keperkasaan dolar AS yang sempat pudar di tengah kekhawatiran global atas wabah virus corona perlahan mulai kembali. Meski belum sepenuhnya, setidaknya dolar AS mampu unggul di hadapan sebagian besar mata uang, seperti dolar Australia, euro, dan dolar New Zealand. Beberapa mata uang Asia pun ikut tertekan di hadapan dolar AS, yakni baht, dolar Singapura, yuan, dan rupiah.

Baca Juga: Digempur Pasukan Asia, Dolar AS Ambruk Parah!

Asal tahu saja, pada pembukaan pasar spot Kamis (13/02/2020) pagi, rupiah stagnan di level Rp13.660 per dolar AS. Namun, tak lama kemudian, dolar AS menyerang rupiah hingga tumbang ke zona merah. Terhitung sampai pukul 10.00 WIB, rupiah terkoreksi -0,17% ke level Rp13.683 per dolar AS. 

Baca Juga: Wadidaw! Telkomsel di Atas Angin, Erick Thohir Gamblang: Gak Usah Ada Telkom, Ngapain!

Level tersebut sekaligus menjadi jurang terdalam sampai dengan saat ini. Bukan hanya dolar AS, rupiah dibuat semakin berdarah-darah oleh dua mata uang Benua Biru lainnya, yakni euro (-0,14%) dan poundsterling (-0,18%). Adapun di hadapan dolar Australia, rupiah hanya unggul tipis sebesar 0,05%. 

Tak hanya tertekan secara global, rupiah juga tengah tertekan secara regional. Rupiah berada di klasemen kedua terbawah Asia setelah yuan (0,05%). Bagaimana tidak, rupiah tak punya kekuatan untuk melawan yen (-0,31%), dolar Taiwan (-0,24%), dolar Hong Kong (-0,17%), won (-0,17%), dan dolar Singapura (-0,02%).