WE Online, Jakarta -

Terperangkap dalam sentimen wabah virus corona yang semakin buruk membuat rupiah tak dapat berbuat banyak. Bahkan, di saat pasukan mata uang regional dan global mulai menarik perhatian pelaku pasar dan unggul atas dolar AS, rupiah masih saja berada di klasemen terbawah, baik di Asia maupun di dunia.

Meski sudah jauh berkurang, hingga pukul 15.17 WIB, rupiah masih terkoreksi -0,29% ke level Rp13.715 per dolar AS. Kurangnya dukungan membuat mata uang Garuda itu masih harus berjuang lebih keras untuk melawan tiga jawara mata uang dunia lainnya, yakni dolar Australia (-0,53%), euro (-0,26%), dan poundsterling (-0,24%). 

Baca Juga: Rupiah Bonyok! Paling Lemah dari yang Terlemah di Asia dan Global

Baca Juga: Global Bilang Xi Jinping Lepas Tangan Atasi Virus Corona, Trump Teriak: Dia Bekerja Sangat Keras!

Terlebih lagi, rupiah juga harus menyisihkan tenaga untuk menahan serangan bertubi-tubi dari pasukan mata uang Benua Kuning. Dipimpin oleh won (-0,70%), rupiah tak berdaya menerima tekanan mulai dari yaun (-0,56%), dolar Taiwan (-0,46%), dolar Singapura (-0,29%), dolar Hong Kong (-0,28%), baht (-0,23%), yen (-0,22%), hingga ringgit (-0,12%).

Asal tahu saja, pertahanan dolar AS pada sore ini terbilang lemah. Aset keuangan safe haven yang sering menjadi momok itu kini hanya mampu unggul tipis terhadap poundsterling, franc, yen, dan rupiah. Pada dasarnya, dolar AS sama tak berdayanya dengan rupiah, terutama karena tekanan dari mata uang Asia, misalnya dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan yuan.