WE Online, Jakarta -

Kuat, perkasa, dan bertenaga, itulah yang membuat dolar AS menjelma sebagai momok bagi mata uang global pada perdagangan spot akhir pekan ini, Jumat (7/02/2020).  Hampir semua mata uang dunia dibuat tunduk oleh mata uang Paman Sam itu, termasuk dolar Australia, euro, dolar New Zealand, dolar Kanada, dan franc.

Bukti bahwa dolar AS benar-benar menjadi mata uang paling bergigi di dunia diperkuat oleh fakta bahwa pasukan mata uang Benua Kuning pun ikut terlibas, seperti dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, won, yuan, dan rupiah. Bukan kaleng-kaleng, saking ganasnya, rupiah ditekan hingga terkoreksi -0,44% ke level Rp13.680 per dolar AS, level terdalam bagi rupiah sepanjang hari ini.

Berbekal apresiasi rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 2,38% dalam tiga bulan terakhir, pelaku pasar menjadi gelap mata dalam melepas rupiah. Hingga pukul 14.10 WIB, rupiah tak hanya tertekan -0,44% terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap tiga mata uang dunia lainnya, yakni dolar Australia (-0,22%), euro (-0,41%), dan poundsterling (-0,55%).

Rupiah semakin nestapa tatkala bukan hanya mendapat tekanan secara global, melainkan juga secara regional. Saat ini, rupiah berada di posisi ketiga terbawah di Asia bersama dengan baht (0,07%) dan ringgit (0,03%). Jajaran mata uang Asia yang unggul atas rupiah melipui dolar Hong Kong (-0,51%), yen (-0,46%), dolar Singapura (-0,36%), won (-0,35%), dolar Taiwan (-0,33%), dan yuan (-0,26%).